Kamis, 06 Oktober 2016

Sukses Sebagai Peternak Itik

Itik merupakan jenis ternak unggas yang sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Di beberapa daerah, itik telah dikembangkan sebagai komoditas ternak yang mampu menopang kehidupan peternak. bukan lagi sebagai usaha sampingan, tetapi sudah menjadi usaha pokok.

Pada beberapa daerah, seperti di cirebon, Tegal, Brebes, Mojosari dan Rejosopinggir Tembelang, telah berkembang sentra peternakan itik, di mana sebagaian besar masyarakat pada suatu desa melakukan usaha peternakan itik. Pada sentra peternakan itik tersebut, usaha yang dilaksanakan peternak sudah mengarah pada spesialisasi bidang usaha. di antaranya adalah usaha penetasan, produksi telur tetas, produksi telur konsumsi, produksi telur asin, pembesaran itik, dan pemeliharaan itik petelur. Masing- masing segmen usaha tersebut memiliki peluang untuk dapat berhasil, namun masing-masing juga memiliki tantangan.

Bagi pemula, perlu mempertimbangkan sektor usaha mana yang akan ditekuni untuk terjun pertama di bidang usaha peternakan itik. Sebagai usaha pertama, tentunya dipilih yang mudah dilaksanakan, yaitu usaha yang cepat mengeluarkan hasil, dan mudah dalam memasarkan produk. Usaha tersebut adalah peternakan itik untuk menghasilkan telur konsumsi. Telur itik mudah dipasarkan, karena permintaanya masih tinggi, yaitu banyak digunakan sebagai telur yang langsung dikonsumsi atau sebagai bahan untuk keperluan suatu masakan atau produk tertentu, sementara produksinya masih belum brgitu banyak

Berdasarkan kenyataan yang ada saat ini, perkembangan permintaan terhadap telur itik selalu meningkat dari tahun ke tahun segi potensial dari permintaan telur itik adalah adanya kecenderungan sebagaian orang yang menganggap telur itik lebih berkhasiat untuk campuran jamu dibanding dengan telur ayam. Begitu juga untuk pembuatan martabak, disebutkan telur itik mutlak diperlukan dan bahkan ada yang berpendapat tidak dapat digantikan dengan telur ayam.

Produk yang lain yaitu telur asin yang banyak digemari oleh masyarakat telur asin adalah identik dengan telur itik, dan selama ini masyarakat belum bisa menerima telur asin dan telur lainnya. Dari sifat fisik dan kandungan zat gizinya, telur itik memang terdapat perbedaan dengan telur ayam, yaitu proporsi kuning telur serta kandungan lemaknya lebih besar dibandingkan telur ayam. Sebagai informasi tambahan, selain untuk dikonsumsi, telur itik juga dipergunakan oleh industri. Industri yang mempunyai kecenderungan untuk menggunakan telur itik adalah industri kosmetik dan farmasi. Bahkan, telur itik mempunyai potensi besar untuk dijadikan tepung telur.

Pelaksanaan usaha ternak itik petelur adalah merupakan suatu usaha yang mempunyai keterkaitan dengan sektor hulu dan hilir yang sangat erat. Hal ini mengingat dalam agribisnis perunggasan, usaha itik petelur merupakan salah satu subsistem yang sangat berkaitan erat dengan subsistem lainnya. Dalam pendekatan sistem, agribisnis perunggasan (usaha peternak itik petelur khususnya) sekurang-kurangnya terdiri dari subsistem: penyediaan sarana produksi (bibit, pakan, obat-obatan dan kandang), budi daya ternak (itik petelur), pengolahan (telur itik menjadi telur asin, telur beku, dan tepung telur), pemasaran, dan kebijakan pemerintah (misalnya penyediaan kredit dan pembangunan sarana dan prasarana perekonomian yang menunjang pengusahaan itik petelur).

Dengan demikian, pengusahaan ternak itik petelur akan meningkatkan kebutuhan pada bibit (anak itik, yang disebut juga DOD), pakan industri pengolahan telur, para pedagang telur, dan juga penyedia jasa pemodalan. Dapat juga dikatakan usaha ternak itik petelur mempunyai keterkaitan erat antara industri hulu dan hilirnya. Oleh karena itu, dalam merencanakan usaha peternakan itik, harus diperhatikan sektor hulu dan hilir tersebut, yaitu dari ketersediaan sarana dan prasarana produksi serta pemasaran hasil produksinya.

Pemeliharaan itik pada dasarnya tidak sulit, hanya saja perlu ketekunan dan kecermatan, itik lebih mudah dipelihara dibanding ayam, selain lebih mudah dalam penyediaan pakan, juga lebih tahan terhadap serangan penyakit. Kelemahan dalam pemeliharaan itik, yaitu kotorannya lebih berbau, serta suaranya lebih ribut. Disamping itu, belum tersedianya bibit yang dapat dijamin kualitasnya juga merupakan permasalah tersendiri. Namun demikian hal tersebut bisa diatasi dengan manajemen pemeliharaan yang benar.

Dalam pemeliharaan itik secara intensif, pakan merupakan faktor yang sangat penting sebagai kunci keberhasilan usaha peternakan, karena sebagaian besar biaya produksi adalah dari pakan. Untuk itu, maka dalam blog ini masalah pakan akan dibahas lebih banyak, terutama cara penyusunan pakan dan beberapa alternatif bahan pakan. Itik termasuk fleksibel dalam urusan pakan. Dari hasil pengamatan di berbagai peternakan itik, ternyata terdapat berbagai variasi susunan pakan yang diberikan, yang kebanyakan didasarkan atas pengalaman panjang selama peternak menekuni pemeliharaan itik.

Bahan tulisan ini, selain dari pustaka dan internet, juga banyak didasarkan dari hasil penelitian, pengalaman mengelola peternakan itik dan pengamatan langsung dari berbagai daerah sentra produksi itik yaitu Cirebon, Brebes, Mojosari, Rejosopinggir Tembelang, Trenggalek, Bantul dan Kulonprogo.

Berdasarkan hasil penelitian dari pengamatan di lapangan, kata kunci untuk dapat sukses sebagai peternak itik adalah ketekunan. Beternak itik tidak akan berhasil jika dilakukan dengan setengah hati, asal-asalan, dan mudah bosan. Semoga ulasan ini bermanfaat bagi pembaca. Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar