Halo semua para peternak bebek di kawasan jatim maupun
di seluruh indonesia pada kali ini saya akan berbagi analisis peluang usaha
ternak itik peking sebagai itik pedaging sukses dan menjanjikan.Laju
pertumbuhannya lebih cepat. Untuk mencapai berat 3 kg, itik peking cukup
membutuhkan waktu pemeliharaan kisaran 45 hari. Ini jauh berbeda dengan itik
biasa atau lokal yang membutuhkan waktu pemeliharaan 2 – 3 bulan hanya untuk
mencapai berat kisaran 2 kg. Tentu saja hal demikian memberikan potensi
keuntungan yang besar dari cepatnya masa panen dan lebih rendahnya biaya pakan.
Hal ini sudah dibuktikan oleh peternak itik di kroya Kab. Cirebon dimana itik
peking umur 53 hari bisa mencapai berat badan sekitar 3.25 kg. Seperti yang
telah dimuat dalam harian kompas terbitan juni 2007. Dalam pemeliharaan 3 bulan
bisa mencapai bobot 4 – 4.5 kg.
· Itik peking lebih tahan penyakit dibanding itik
lokal.
· Sifat Itik peking tidak kanibal, dll.
Dengan melihat kondisi tersebut
kami mencoba membuat pedoman dan analisa usaha budidaya itik peking dalam
rangka akselerasi pembangunan peternakan unggas air untuk pemenuhan kebutuhan
akan daging dalam waktu yang relatif cepat, mudah dan dapat dikembangkan.
Selama ini pemenuhan daging itik hanya berasal dari itik petelur yang sudah
habis masa produksinya alias sudah di afkir. Hal ini tidak sejalan dengaan
marak dan berkembangnya bisnis kuliner dan resto dan yang semisalnya yang
menyajikan menu masakan daging bebek. Menu olahan daging bebek menjadi daya
tarik tersendiri di berbabagai daerah bisa menjadi sandaran bagi peternak itik
pedaging. Tak ayal jumlah permintaan daging itik naik sedangkan ketersediaan
barang sedikit sehingga peluang pasar itik pedaging pun kian menjajikan dan
semakin terbuka lebar.
Selama ini itik yang dipelihara dan diternakkan adalah untuk diambil telurnya,
sehingga untuk mendapatkan daging itik harus menunggu bebek yang tidak
produktif menghasilkan telur lagi. Itik – itik inilah yang kemudian dipotong
untuk memenuhi pemintaan daging itik. Itulah sebabnya kita sering menemukan
daging itik yang keras dan alot ketika dimakan, tentu saja karena daging itik
tersebut berasal dari itik afkiran yang sudah tua. Kesulitan dalam mencari
daging itik inilah yang kemudian kami mencoba untuk memecahkan solusinya, hal
inilah yag membuat kami untuk memilih untuk beternak itik peking. Daging itik
peking muda mempunyai tekstur lebih lembut, lebih empuk, lebih gurih dan nilai
gizinya lebih tinggi lantaran mulai dipotong rata rata umur 40 hari.
Berikut kami sajikan beberapa alasan yang akan dapat menghilangkan keraguan
anda untuk memulai usaha penggemukan itik.
Mengapa mesti itik?
Kita semua tahu dan mufakat bahwa satu porsi nasi bebek harganya lebih mahal 1
– 2 kali lipat jika dibandingkan dengan harga satu porsi nasi ayam. Mengapa?
Karena daging itik mempunyai cita rasa khas tersendiri apalagi daging itik
muda.
Mengapa itik jantan ?
Harga DOD itik jantan lebih murah dari pada yang betina. Disamping itu secara
teori dan praktek pun menyimpulkan bahwa laju pertumbuhan itik jantan lebih
cepat daripada itik betina.
Mengapa 40 hari (6 minggu ) ?
Sebesar 30 %
biaya produksi masuk untuk biaya pakan. Kebutuhan pakan meningkat seiring
dengan bertambahnya umur itik. Selain itu itik jantan relatif lebih banyak
mengkonsumsi pakan daripada itik betina. Semakin cepat waktu pemeliharaan
harapannya adalah semakin sedikit biaya yang kita keluarkan untuk pakannya.
Kedua adalah dengan memperhitungkan harga jual bebek umur 40 hari yang lumayan
tinggi. Dan ketiga karena pada rentan umur tersebut adalah laju pertumbuhan
yang optimal.
Harga jual
dan peluang pasar.
Kalau kita cermati harga itik afkir
sekarang ( Desember 2012 ) sekira Rp. 25.000,- s/d Rp. 30.000,-/ekor dengan
berat sekitar 1,5 s/d 1,8 kg. Sedangkan hara itik peking pedaging pemeliharran
dalam waktu 40 hari berat bisa mencapai 2 s/d 3 kg dengan harga jual
Rp.22.000,- per kg. Sehingga bisa diharapan harga per ekor bisa mencapai
Rp.44.000 s/d Rp.66.000,-
Langkah selanjutnya kita membahas pada
usaha menagement pemeliharan antara lain masalah bibit, pakan, kandang dan
penyakit, berikut akan kami uraikan sedikit tentang ke 4 hal tersebut.
1.
BIBIT
Umur itik antara 1 – 7 hari disebut
dengan DOD ( Day Old Duck ). Banyak cara untuk mendapatkan DOD antara lain
menetaskan sendiri, beli telur tetasnya, atau beli DOD langsung dari supplier
atau produsen DOD. Kami disini tidak bicara masalah untung rugi tentang cara
mendapatkan DOD. Tapi yang kita bicarakan dalam konteks ketersediaan bibit.
Kalau lokasi anda dekat dengan penyedia DOD mintalah DOD yang sudah berumur 3 –
4 hari. Pada umur tersebut bisa diketahui DOD yang kerdil atau tali pusatnya
bermasalah dan tingkat kematian rendah. Harga DOD itik peking (Desember 2012 )
Rp.8000/ekor.
2.
PAKAN
Pakan DOD umur 1 – 3 minggu ( 20 hari )
sebaiknya menggunakan pakan pabrikan (concentrate). Yang sering digunakan oleh
pakan ayam pedaging. Multi vitamin dan antibiotik dan prebiotik (vitachick,
trimechin dan SOC dari HCS ) harus tersedia. Frekuensi pemberian pakan kalau
bisa diusahakan lebih banyak dan teratur. Keuntungan yang akan didapat adalah
pertumbuhan yang cepat dan seragam, dan kondisi makan harus fresh dan
terkontrol.
Setelah umur 3 minggu (21 hari) pakan
bisa diganti dengan komposisi 1 bagian konsentrat dan 2 bagian pakan buatan
sendiri (dalam hal ini kami membuat dengan sistem fermentasi Tehnologi Mikroba
Metriks yaitu SOC dari PT HCS). Kadar protein yang dibutuhkan antara 16 – 22 %
dengan Energi Metabolisme sekitar 2900 – 3000 kkal/kg.
|
Umur (Minggu)
|
Jumlah Pakan (kg/hari)
|
Jumlah minum (liter)
|
|
1
|
1,7
|
2
|
|
2
|
4,8
|
4
|
|
3
|
6,6
|
8
|
|
4
|
9,1
|
16
|
|
5
|
10
|
25
|
|
6
|
12
|
30
|
|
Jumlah
|
Harga pakan
dan prebiotik dan harga jual :
Pakan concentrate 1 karung
Rp.328.000/per 50 kg.
Harga 1 kg Rp.6560 dibulatkan Rp.6600.
Pakan buatan sendiri 1 kg Rp.3.500,-.
Prebiotik soc 1 botol Rp.55.000 / ½
liter.
Vitamin dan antibiotik RP.15.000,-
127 kg adalah pakan concentrate
pedaging 511/BR 1
164 kg adalah pakan buatan sendiri /
fermentasi
127 x Rp.6600,- = Rp.838.200,-
164 x Rp.3500,- = Rp.574.000,-
291 kg = Rp.1.412.200,-
Harga per 1 kg pakan = 1.412.200 : 291
=Rp.4853-,
Harga pakan untuk 1 ekor =1412200 :100
=Rp14.122,-
Berat itik yang diharapkan 2 s/d 2.5 kg
Harga jual itik peking per kg
Rp.22.000,- ( Desember 2012 )
Harga per ekor dianggap rata – rata 2
kg =Rp.44.000,-
3. KANDANG ITIK PEKING
Model kandang untuk penggemukan itik
peking jantan cukup sederhana yaitu kandang box dan postal.
Kandang box ukuran 1x2 m dengan
kapasitas 100 ekor untuk pemeliharaan 3 minggu dengan lampu pemanas 40 watt 2
buah. Dasar box sebaiknya diberi alas jerami atau bahan lain yang yang
sejenisnya dan sering sering diganti.
Kandang postal untuk pemeliharaan usia
21 hari sampai panen.
4. PENYAKIT ITIK PEKING
Beberapa kendala antara lain :
Kurangnya pengetahuan tentang beternak
unggas .
Bencana alam yang tidak diduga
Keamanan kurang
DOD yang kita beli adalah palsu, bisa
jadi betina atau kualitasnya kurang bagus sehingga laju pertumbuhannya kurang.
Tidak mendapat dukungan dari masyarakat
sekitar.
Limbah yang yang bau ( bisa diatasi
dengan tehnologi dan pola pakan fermentasi dengan “probiotik SOC HCS” sehingga
bau dapat diminalkan ).
Hasil panen yang melimpah sehingga
harga jual turun.
Penyakit dan gangguan kesehatan pada
itikWalaupun tidak berakibat fatal, penyakit/gangguan kesehatan harus tetap
diwaspadai. Tanda – tanda itik sakit. tidak bersuara , tidak nafsu makan,
gerakannya lamban, antara lain :
I. Berak Kapur
Ditandai kotoran itik berwarna hijau
dengan bercak putih, gangguan kesehatan ini di duga karena bakteri Salmonella
typhimurium. Pengobatan yang dianjurkan memberikan Nitrofuran, Sulfa atau anti
biotik lainnya, salah satunya dengan mencampur pakan dengan Furasodidon 0,0011
%.
II. Itik lumpuh
Penyebab, makanan basi atau
kadaluwarga, makan bangkai atau terlalu banyak berada di tanah becek.
Mengatasinya telankan butiran es batu. Dianjurkan tidak memberikan pakan nabati
yang berjamur. Seperti jagung dan bungkil yang sudah lama. Pakan kadaluwarsa
ini mengandung Aspergillasis flavur yang dapat meracuni sehingga menyebabkan
kelumpuhan.
III. Tidak Nafsu Makan.
Campurkan di air minum 1 liter dengan
prebotik SOC 2.5 ml gram atau trace elemen lainnya dan vitamin .
IV. Gangguan Tenggorokan.
Adanya cacing yang menempel di
tenggorokan , cara menanggulanginya dengan mencabut cacing yang menempel dengan
pinset, setelah itu diberikan obat Tetrachlor.
5. ANALISA USAHA
Analisa usaha yang kami berikan dengan
meniadakan biaya sewa lahan, pembuatan kandang dan tenaga kerja. Mengapa? Anda
tentu lebih mengerti jawabannya.
Berikut perhitungan usaha penggemukan
itik peking jantan per 100 dalam 40 hari ( 6 Minggu ) :
Biaya :
DOD 100 ekor x Rp.8000 = Rp. 800.000,-
Pakan 511 = Rp. 838.200,-
Pakan buatan sendiri/fermentasi = Rp.
574.000,-
Prebiotik SOC = Rp. 55.000,-
Vitamin dan antiboitik = Rp. 15.000,-
Biaya tak terduga = Rp. 50.000,-
Total pengeluaran = Rp.2.332.000,-
Pendapatan :
Asumsi itik yang mati dalam masa 6
minggu adalah 10 % ,
sehingga yang tersisa 90 ekor dengan
asumsi berat rata-rata 2 kg.
Harga per kg Rp.22.000,-.
Harga per ekor = 2 x Rp.22.000 = Rp
44.000,-
90 x Rp.44.000 = Rp. 3.960.000,-
Keuntungan :
Total pendapatan - Total biaya
Rp.3.960.000 – Rp.2.332.000 =
Rp.1.628.000,-
Mungkin keuntungan diatas jauh dari
bayangan kita, akan tetapi jangan berpaling dulu. Perhitungan diatas hanya
untuk jumlah pemeliharaan 100 ekor, maka kami menyarankan untuk memulainya
dengan 500 ekor, disamping menghemat waktu dan tenaga, juga untuk memudahkan penjualan
ke lain daerah ( bali dan Jakarta), biasanya minimal pengiriman 500 ekor .
Analisa usaha penggemukan 500 itik
peking dalam 6 minggu ( 42 hari ).
· Biaya
a. 500 DOD x Rp.8.000,- = Rp.
4.000.000,-
b. Pakan 511/BR 1 = Rp. 4.191.000,-
c. Pakan buatan sendiri = Rp.
2.870.000,
d. Prebiotik SOC = Rp. 275.000,
e. Vitamin dan antibiotik = Rp.
75.000,-
f. Biaya tak terduga = Rp. 250.000,-
Total pengeluaran = Rp. 11.661.000,-
· Pendapatan
Asumsi Itik yang mati 10% (50 ekor),
yang hidup 450 ekor, berat rata -rata 2
kg.
Harga per kg Rp. 22.000.
450 x 2 x Rp.22.000 = Rp. 19.000.000,-
Keuntungan
Rp.19.000.000.- - Rp.11.661.000 = Rp.
7.339.000,-
Sekedar pembanding jika Anda usaha
dengan jumlah 100 ekor dan 500 ekor.
Perhitungan analisa usaha penggemukan
100 itik peking pedaging dalam 6
minggu ( 42 hari ).
· Biaya :
a. 100 DOD x Rp.8.000 = Rp. 800.000,-
b. Pakan 511/BR 1 = Rp. 838.200,-
c. Pakan buatan sendiri = Rp. 574.000,-
d. Prebiotik SOC = Rp. 55.000,-
e. Vitamin dan antibiotik = Rp.
15.000,-
f. Biaya takterduga = Rp. 50.000,-
Total pengeluaran = Rp. 2.332.000,-
· Pendapatan
Asumsi itik yang mati 10 %g
Yang hidup 90 ekor,
berat rata rata dihitung 2 kg/ekor.
Harga per kg Rp. 22.000,-
90 X 2 X Rp.22.000 = Rp.3.940.000,-
Keuntungan
Rp.3.960.000 - Rp.2.332.000,- =
Rp.1.628.000,-
Panduan Pemeliharaan Itik Peking
Pedaging
Pemeliharaan pada periode starter/anak
itik/DOD merupakan tahap penting sebagai langkah awal dalam menghasilkan itik
pedaging yang baik. Pemeliharaan pada tahap ini memiliki tujuan untuk menekan
kematian pada fase awal kehidupan DOD dan meningkatkan bobot badan itik sesuai
dengan yang diharapkan pada umur 6 minggu.
1.
DOD.
Persyaratan dalam memilih DOD itik
jantan umur 1 –7 hari sebagai itik pedaging antara lain :
Bobot minimal 40 gram.
Bulu bersih dan kering.
Nafsu makan besar
Umur DOD 4 hari
Tubuh tegap, mata jernih, kaki kokoh
Tidak cacat
Bebas dari penyakit unggas
Pada saat kedatangan DOD sampai di
kandang, masukkan ke dalam box pemeliharaan dan diamkan selama 2 jam. Tapi
sebelumnya panas buatan sebagai pengganti indukan harus dinyalakan Setelah itu
berikan minum untuk per 100 DOD dengan 1 liter air dengan 1 0ns gula merah dan
10 ml gram /1 tutup botol SOC dan 1 kapsul curcuma/temulawak ( dari HCS ) dan 1
kapsul herbal noni (dari HCS ). Mengapa kok menunggu 2 jam ? Untuk menetralkan
kondisi tubuh dan mengenal suasana.
Pemberian minum tersebut berfungsi
sebagai Prebiotik, anti stres dan mengganti cairan tubuh yang hilang sehingga
kehilangan berat badan dapat dicegah dan memulihkan kesehatan yang normal
kembali . DOD yang terlambat penanganannya ketika datang dapat terlihat dari
ketidakseragamnya pertumbuhan.
2.
Perkandangan.
- Kandang stater (0 – 20 hari ).
Ukuran kandang stater 2 m x 1 m x 40 cm
dengan ketinggihan dari tanah 50 cm. Dan diberi lampu pemanas 40 watt per
kandang 2 dengan ketinggihan 45 cm dari alas kandang. Fungsi pemanas sebagai
induk buatan untuk menjaga suhu tubuh itik, karena pada masa ini bulu itik
belum tumbuh dan sistem thermoregulatornya belum berfungsi.
Suhu kandang +- 370 C dan kelembaban
kandang antara 60 – 65 %.
- Kandang finisher ( 21 – 50 hari ).
Kandang finisher disiapkan untuk itik
potong mulai berumur 21 hari sampai siap panen. Kandang disekat
Beberapa bagian,biasanya ukuran 4 x 4m
dapat menampung 100 itik.
Lantai kandang tiap hari harus
dibersihkan untuk membuang kotoran itik biar tidak ditumbuhi jamur/bakteri yang
merugikan.
Tempat pakan dan minum harus dijaga
kebersihannya.
Kandang harus selalu dijaga
kebersihannya agar itik merasa nyaman, termasuk tempat pakan dan minum, sisa
pakan dibuang dari dalam kandang agar itik tidak memakan pakan yang basi.
Selain itu kandang harus selalu dijaga
agar tenang dan aman supaya itik tidak stres.
3.
Pakan
> Cara pemberian pakan pada umur 1 –
7 hari dilakukan sesering mungkin sedikit demi sedikit ( 1 hari bisa 5 kali).
Hal ini untuk merangsang itik agar mau makan terus menerus. Kondisi ini juga
dimaksudkan sekaligus untuk memperhatikan itik kondisinya dapat terus dipantau.
Apabila ada itik yang kurang sehat atau kalah bersaing, segera dapat
dipindahkan ke petak tersendiri ( karantina ).
> Pakan harus dari pabrik yang
sesuai dengan standart yaitu 511/BR 1 atau yang setara.
Pakan consentrat 511 diberikan pada
umur itik 1 – 14 hari.
Pada usia 15 – panen kita beri pakan
campuran.
Formula pakan 40 % concertrat, dan 60 %
buatan sendiri dengan difermentasi menggunakan probitik SOC HSC.
Pemberian pakan dalam 1 hari adalah 3
kali, yaitu jam 7, 12, 4.
Tempat pakan harus dicuci hingga bersih
dan dikeringkan sebelum digunakan kembali
> Minum.
Selama itik makan buatan pabrik, untuk
minum harus di beri 2,5 ml SOC dicampur 5 liter air.
Cara membuat campurannya :
a. 2.5 ml SOC dicampur 5 liter air.
b. 2 sendok makan gula pasir/gula merah
dilarutkan dalam 1 gelas air.
c. a dan b dicampur dan dibiarkan
minimal 15 menit baru diberikan pada itik.
d. Pada saat malam hari tempat minum
harus dikosongkan.
Demikian postingan dari kami
tentang Analilis Usaha Ternak Itik/Bebek Peking Panen 45 Hari semogga
bermanfaat.