Kamis, 06 Oktober 2016

Poktan Kelompok Ternak Meri Rejeki Asal Jombang Wakili Jawa Timur Di Lomba Tingkat Nasional

Usai menjadi juara lomba agribisnis kelompok tani ternak itik tingkat provinsi Jawa Timur Tahun 2015, Kelompok Tani (Poktan) Ternak itik Meri Rejeki Desa Rejosopinggir Kecamatan Tembelang, Jombang, terpilih untuk mewakili propinsi Jawa Timur dalam lomba agribisnis kelompok tani ternak itik tingkat nasional tahun 2016.

(Poktan Meri Rejeki (Pakai batik) bersama ketika menyambut Tim Penilai Pusat)

Mujiono Ketua Poktan ternak Meri Rejeki menjelaskan, Poktan ternak itik meri rejeki ini ada 21 peternak itik dengan berbagai macam kegiatan. Mulai dari penetasan yang mampu menghasilkan 50.000 DOC (anak itik) perbulan, budidaya itik petelor maupun itik pedaging, hingga pengolahan pakan baik itik pedaging maupun itik petelor. “kelompok tani ternak itik di desa ada 21 peternak yang aktif. Kami juga memproduksi mesin tetas dengan kapasitas 1000 telur dengan keberhasilan 75%,” ujar Mujiono.

( Wakil Bupati Jombang (tengah) ketika mendampingi Tim Penilai Pusat)

Ketua Tim Penilai Pusat Prof.Dr.Sumiati mengatakan, Poktan ternak Meri Rejeki ini sudah berhasil melewati beberapa tahapan seleksi yang diadakan di tingkat kabupaten dan tingkat propinsi. “meski poktan ini sudah melewati beberapa tahapan seleksi, mulai dari tingkat kabupaten dan provinsi, tapi kami  harus melakukan penilaian kembali kepada poktan ini karena mereka dinominasikan untuk lomba tingkat nasional,” tuturnya.

( Wakil Bupati Jombang dan Tim Penilai Pusat melihat langsung Bazar produksi usaha sosis itik, telur asin, telur asap, dll)

Sementara Wakil Bupati Jombang Hj.Mundjidah Wahab berharap, Kelompok tani ternak meri rejeki ini kembali membawa nama baik Kabupaten Jombang di tingkat nasional. “kalau tahun kemarin menjadi juara tingkat provinsi, Semoga tahun ini menjadi juara tingkat nasional,”Harap Wabup.

Selain itu, Wabup menambahkan, lomba ini diyakini akan memotivasi para peternak itik yang lain di Kabupaten Jombang untuk terus mengembangkan usaha ternak itiknya. ” “Ternak Itik merupakan potensi yang penting dalam mendukung ketahanan pangan dan agribisnis peternakan di Kabupaten Jombang. Sehingga harus terus dikembangkan karena muaranya adalah untuk meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan peternak di Kabupaten Jombang.” pungkas Wabup.

Sukses Sebagai Peternak Itik

Itik merupakan jenis ternak unggas yang sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia. Di beberapa daerah, itik telah dikembangkan sebagai komoditas ternak yang mampu menopang kehidupan peternak. bukan lagi sebagai usaha sampingan, tetapi sudah menjadi usaha pokok.

Pada beberapa daerah, seperti di cirebon, Tegal, Brebes, Mojosari dan Rejosopinggir Tembelang, telah berkembang sentra peternakan itik, di mana sebagaian besar masyarakat pada suatu desa melakukan usaha peternakan itik. Pada sentra peternakan itik tersebut, usaha yang dilaksanakan peternak sudah mengarah pada spesialisasi bidang usaha. di antaranya adalah usaha penetasan, produksi telur tetas, produksi telur konsumsi, produksi telur asin, pembesaran itik, dan pemeliharaan itik petelur. Masing- masing segmen usaha tersebut memiliki peluang untuk dapat berhasil, namun masing-masing juga memiliki tantangan.

Bagi pemula, perlu mempertimbangkan sektor usaha mana yang akan ditekuni untuk terjun pertama di bidang usaha peternakan itik. Sebagai usaha pertama, tentunya dipilih yang mudah dilaksanakan, yaitu usaha yang cepat mengeluarkan hasil, dan mudah dalam memasarkan produk. Usaha tersebut adalah peternakan itik untuk menghasilkan telur konsumsi. Telur itik mudah dipasarkan, karena permintaanya masih tinggi, yaitu banyak digunakan sebagai telur yang langsung dikonsumsi atau sebagai bahan untuk keperluan suatu masakan atau produk tertentu, sementara produksinya masih belum brgitu banyak

Berdasarkan kenyataan yang ada saat ini, perkembangan permintaan terhadap telur itik selalu meningkat dari tahun ke tahun segi potensial dari permintaan telur itik adalah adanya kecenderungan sebagaian orang yang menganggap telur itik lebih berkhasiat untuk campuran jamu dibanding dengan telur ayam. Begitu juga untuk pembuatan martabak, disebutkan telur itik mutlak diperlukan dan bahkan ada yang berpendapat tidak dapat digantikan dengan telur ayam.

Produk yang lain yaitu telur asin yang banyak digemari oleh masyarakat telur asin adalah identik dengan telur itik, dan selama ini masyarakat belum bisa menerima telur asin dan telur lainnya. Dari sifat fisik dan kandungan zat gizinya, telur itik memang terdapat perbedaan dengan telur ayam, yaitu proporsi kuning telur serta kandungan lemaknya lebih besar dibandingkan telur ayam. Sebagai informasi tambahan, selain untuk dikonsumsi, telur itik juga dipergunakan oleh industri. Industri yang mempunyai kecenderungan untuk menggunakan telur itik adalah industri kosmetik dan farmasi. Bahkan, telur itik mempunyai potensi besar untuk dijadikan tepung telur.

Pelaksanaan usaha ternak itik petelur adalah merupakan suatu usaha yang mempunyai keterkaitan dengan sektor hulu dan hilir yang sangat erat. Hal ini mengingat dalam agribisnis perunggasan, usaha itik petelur merupakan salah satu subsistem yang sangat berkaitan erat dengan subsistem lainnya. Dalam pendekatan sistem, agribisnis perunggasan (usaha peternak itik petelur khususnya) sekurang-kurangnya terdiri dari subsistem: penyediaan sarana produksi (bibit, pakan, obat-obatan dan kandang), budi daya ternak (itik petelur), pengolahan (telur itik menjadi telur asin, telur beku, dan tepung telur), pemasaran, dan kebijakan pemerintah (misalnya penyediaan kredit dan pembangunan sarana dan prasarana perekonomian yang menunjang pengusahaan itik petelur).

Dengan demikian, pengusahaan ternak itik petelur akan meningkatkan kebutuhan pada bibit (anak itik, yang disebut juga DOD), pakan industri pengolahan telur, para pedagang telur, dan juga penyedia jasa pemodalan. Dapat juga dikatakan usaha ternak itik petelur mempunyai keterkaitan erat antara industri hulu dan hilirnya. Oleh karena itu, dalam merencanakan usaha peternakan itik, harus diperhatikan sektor hulu dan hilir tersebut, yaitu dari ketersediaan sarana dan prasarana produksi serta pemasaran hasil produksinya.

Pemeliharaan itik pada dasarnya tidak sulit, hanya saja perlu ketekunan dan kecermatan, itik lebih mudah dipelihara dibanding ayam, selain lebih mudah dalam penyediaan pakan, juga lebih tahan terhadap serangan penyakit. Kelemahan dalam pemeliharaan itik, yaitu kotorannya lebih berbau, serta suaranya lebih ribut. Disamping itu, belum tersedianya bibit yang dapat dijamin kualitasnya juga merupakan permasalah tersendiri. Namun demikian hal tersebut bisa diatasi dengan manajemen pemeliharaan yang benar.

Dalam pemeliharaan itik secara intensif, pakan merupakan faktor yang sangat penting sebagai kunci keberhasilan usaha peternakan, karena sebagaian besar biaya produksi adalah dari pakan. Untuk itu, maka dalam blog ini masalah pakan akan dibahas lebih banyak, terutama cara penyusunan pakan dan beberapa alternatif bahan pakan. Itik termasuk fleksibel dalam urusan pakan. Dari hasil pengamatan di berbagai peternakan itik, ternyata terdapat berbagai variasi susunan pakan yang diberikan, yang kebanyakan didasarkan atas pengalaman panjang selama peternak menekuni pemeliharaan itik.

Bahan tulisan ini, selain dari pustaka dan internet, juga banyak didasarkan dari hasil penelitian, pengalaman mengelola peternakan itik dan pengamatan langsung dari berbagai daerah sentra produksi itik yaitu Cirebon, Brebes, Mojosari, Rejosopinggir Tembelang, Trenggalek, Bantul dan Kulonprogo.

Berdasarkan hasil penelitian dari pengamatan di lapangan, kata kunci untuk dapat sukses sebagai peternak itik adalah ketekunan. Beternak itik tidak akan berhasil jika dilakukan dengan setengah hati, asal-asalan, dan mudah bosan. Semoga ulasan ini bermanfaat bagi pembaca. Terimakasih.

Rabu, 05 Oktober 2016

Analilis Usaha Ternak Itik/Bebek Peking Panen 45 Hari

Halo semua para peternak bebek di kawasan jatim maupun di seluruh indonesia pada kali ini saya akan berbagi analisis peluang usaha ternak itik peking sebagai itik pedaging sukses dan menjanjikan.Laju pertumbuhannya lebih cepat. Untuk mencapai berat 3 kg, itik peking cukup membutuhkan waktu pemeliharaan kisaran 45 hari. Ini jauh berbeda dengan itik biasa atau lokal yang membutuhkan waktu pemeliharaan 2 – 3 bulan hanya untuk mencapai berat kisaran 2 kg. Tentu saja hal demikian memberikan potensi keuntungan yang besar dari cepatnya masa panen dan lebih rendahnya biaya pakan. Hal ini sudah dibuktikan oleh peternak itik di kroya Kab. Cirebon dimana itik peking umur 53 hari bisa mencapai berat badan sekitar 3.25 kg. Seperti yang telah dimuat dalam harian kompas terbitan juni 2007. Dalam pemeliharaan 3 bulan bisa mencapai bobot 4 – 4.5 kg.
· Itik peking lebih tahan penyakit dibanding itik lokal.
· Sifat Itik peking tidak kanibal, dll.

Dengan melihat kondisi tersebut kami mencoba membuat pedoman dan analisa usaha budidaya itik peking dalam rangka akselerasi pembangunan peternakan unggas air untuk pemenuhan kebutuhan akan daging dalam waktu yang relatif cepat, mudah dan dapat dikembangkan.

Selama ini pemenuhan daging itik hanya berasal dari itik petelur yang sudah habis masa produksinya alias sudah di afkir. Hal ini tidak sejalan dengaan marak dan berkembangnya bisnis kuliner dan resto dan yang semisalnya yang menyajikan menu masakan daging bebek. Menu olahan daging bebek menjadi daya tarik tersendiri di berbabagai daerah bisa menjadi sandaran bagi peternak itik pedaging. Tak ayal jumlah permintaan daging itik naik sedangkan ketersediaan barang sedikit sehingga peluang pasar itik pedaging pun kian menjajikan dan semakin terbuka lebar.

Selama ini itik yang dipelihara dan diternakkan adalah untuk diambil telurnya, sehingga untuk mendapatkan daging itik harus menunggu bebek yang tidak produktif menghasilkan telur lagi. Itik – itik inilah yang kemudian dipotong untuk memenuhi pemintaan daging itik. Itulah sebabnya kita sering menemukan daging itik yang keras dan alot ketika dimakan, tentu saja karena daging itik tersebut berasal dari itik afkiran yang sudah tua. Kesulitan dalam mencari daging itik inilah yang kemudian kami mencoba untuk memecahkan solusinya, hal inilah yag membuat kami untuk memilih untuk beternak itik peking. Daging itik peking muda mempunyai tekstur lebih lembut, lebih empuk, lebih gurih dan nilai gizinya lebih tinggi lantaran mulai dipotong rata rata umur 40 hari.

Berikut kami sajikan beberapa alasan yang akan dapat menghilangkan keraguan anda untuk memulai usaha penggemukan itik.
Mengapa mesti itik?
 
Kita semua tahu dan mufakat bahwa satu porsi nasi bebek harganya lebih mahal 1 – 2 kali lipat jika dibandingkan dengan harga satu porsi nasi ayam. Mengapa? Karena daging itik mempunyai cita rasa khas tersendiri apalagi daging itik muda.

Mengapa itik jantan ?

Harga DOD itik jantan lebih murah dari pada yang betina. Disamping itu secara teori dan praktek pun menyimpulkan bahwa laju pertumbuhan itik jantan lebih cepat daripada itik betina.

Mengapa 40 hari (6 minggu ) ?

Sebesar 30 % biaya produksi masuk untuk biaya pakan. Kebutuhan pakan meningkat seiring dengan bertambahnya umur itik. Selain itu itik jantan relatif lebih banyak mengkonsumsi pakan daripada itik betina. Semakin cepat waktu pemeliharaan harapannya adalah semakin sedikit biaya yang kita keluarkan untuk pakannya. Kedua adalah dengan memperhitungkan harga jual bebek umur 40 hari yang lumayan tinggi. Dan ketiga karena pada rentan umur tersebut adalah laju pertumbuhan yang optimal.

Harga jual dan peluang pasar.
Kalau kita cermati harga itik afkir sekarang ( Desember 2012 ) sekira Rp. 25.000,- s/d Rp. 30.000,-/ekor dengan berat sekitar 1,5 s/d 1,8 kg. Sedangkan hara itik peking pedaging pemeliharran dalam waktu 40 hari berat bisa mencapai 2 s/d 3 kg dengan harga jual Rp.22.000,- per kg. Sehingga bisa diharapan harga per ekor bisa mencapai Rp.44.000 s/d Rp.66.000,-

Langkah selanjutnya kita membahas pada usaha menagement pemeliharan antara lain masalah bibit, pakan, kandang dan penyakit, berikut akan kami uraikan sedikit tentang ke 4 hal tersebut.

1. BIBIT

Umur itik antara 1 – 7 hari disebut dengan DOD ( Day Old Duck ). Banyak cara untuk mendapatkan DOD antara lain menetaskan sendiri, beli telur tetasnya, atau beli DOD langsung dari supplier atau produsen DOD. Kami disini tidak bicara masalah untung rugi tentang cara mendapatkan DOD. Tapi yang kita bicarakan dalam konteks ketersediaan bibit. Kalau lokasi anda dekat dengan penyedia DOD mintalah DOD yang sudah berumur 3 – 4 hari. Pada umur tersebut bisa diketahui DOD yang kerdil atau tali pusatnya bermasalah dan tingkat kematian rendah. Harga DOD itik peking (Desember 2012 ) Rp.8000/ekor.
  
2. PAKAN

Pakan DOD umur 1 – 3 minggu ( 20 hari ) sebaiknya menggunakan pakan pabrikan (concentrate). Yang sering digunakan oleh pakan ayam pedaging. Multi vitamin dan antibiotik dan prebiotik (vitachick, trimechin dan SOC dari HCS ) harus tersedia. Frekuensi pemberian pakan kalau bisa diusahakan lebih banyak dan teratur. Keuntungan yang akan didapat adalah pertumbuhan yang cepat dan seragam, dan kondisi makan harus fresh dan terkontrol.

Setelah umur 3 minggu (21 hari) pakan bisa diganti dengan komposisi 1 bagian konsentrat dan 2 bagian pakan buatan sendiri (dalam hal ini kami membuat dengan sistem fermentasi Tehnologi Mikroba Metriks yaitu SOC dari PT HCS). Kadar protein yang dibutuhkan antara 16 – 22 % dengan Energi Metabolisme sekitar 2900 – 3000 kkal/kg.


Umur (Minggu)
Jumlah Pakan (kg/hari)
Jumlah minum (liter)
1
1,7
2
2
4,8
4
3
6,6
8
4
9,1
16
5
10
25
6
12
30
Jumlah

Harga pakan dan prebiotik dan harga jual :

Pakan concentrate 1 karung Rp.328.000/per 50 kg.
Harga 1 kg Rp.6560 dibulatkan Rp.6600.
Pakan buatan sendiri 1 kg Rp.3.500,-.
Prebiotik soc 1 botol Rp.55.000 / ½ liter.
Vitamin dan antibiotik RP.15.000,-
127 kg adalah pakan concentrate pedaging 511/BR 1
164 kg adalah pakan buatan sendiri / fermentasi
127 x Rp.6600,- = Rp.838.200,-
164 x Rp.3500,- = Rp.574.000,-
291 kg = Rp.1.412.200,-
Harga per 1 kg pakan = 1.412.200 : 291 =Rp.4853-,
Harga pakan untuk 1 ekor =1412200 :100 =Rp14.122,-
Berat itik yang diharapkan 2 s/d 2.5 kg
Harga jual itik peking per kg Rp.22.000,- ( Desember 2012 )
Harga per ekor dianggap rata – rata 2 kg =Rp.44.000,-

3. KANDANG ITIK PEKING

Model kandang untuk penggemukan itik peking jantan cukup sederhana yaitu kandang box dan postal.
Kandang box ukuran 1x2 m dengan kapasitas 100 ekor untuk pemeliharaan 3 minggu dengan lampu pemanas 40 watt 2 buah. Dasar box sebaiknya diberi alas jerami atau bahan lain yang yang sejenisnya dan sering sering diganti.
Kandang postal untuk pemeliharaan usia 21 hari sampai panen.

4. PENYAKIT ITIK PEKING

Beberapa kendala antara lain :
Kurangnya pengetahuan tentang beternak unggas .
Bencana alam yang tidak diduga
Keamanan kurang
DOD yang kita beli adalah palsu, bisa jadi betina atau kualitasnya kurang bagus sehingga laju pertumbuhannya kurang.
Tidak mendapat dukungan dari masyarakat sekitar.
Limbah yang yang bau ( bisa diatasi dengan tehnologi dan pola pakan fermentasi dengan “probiotik SOC HCS” sehingga bau dapat diminalkan ).
Hasil panen yang melimpah sehingga harga jual turun.
Penyakit dan gangguan kesehatan pada itikWalaupun tidak berakibat fatal, penyakit/gangguan kesehatan harus tetap diwaspadai. Tanda – tanda itik sakit. tidak bersuara , tidak nafsu makan, gerakannya lamban, antara lain :

I. Berak Kapur
Ditandai kotoran itik berwarna hijau dengan bercak putih, gangguan kesehatan ini di duga karena bakteri Salmonella typhimurium. Pengobatan yang dianjurkan memberikan Nitrofuran, Sulfa atau anti biotik lainnya, salah satunya dengan mencampur pakan dengan Furasodidon 0,0011 %.

II. Itik lumpuh
Penyebab, makanan basi atau kadaluwarga, makan bangkai atau terlalu banyak berada di tanah becek. Mengatasinya telankan butiran es batu. Dianjurkan tidak memberikan pakan nabati yang berjamur. Seperti jagung dan bungkil yang sudah lama. Pakan kadaluwarsa ini mengandung Aspergillasis flavur yang dapat meracuni sehingga menyebabkan kelumpuhan.

III. Tidak Nafsu Makan.
Campurkan di air minum 1 liter dengan prebotik SOC 2.5 ml gram atau trace elemen lainnya dan vitamin .

IV. Gangguan Tenggorokan.
Adanya cacing yang menempel di tenggorokan , cara menanggulanginya dengan mencabut cacing yang menempel dengan pinset, setelah itu diberikan obat Tetrachlor.

5. ANALISA USAHA

Analisa usaha yang kami berikan dengan meniadakan biaya sewa lahan, pembuatan kandang dan tenaga kerja. Mengapa? Anda tentu lebih mengerti jawabannya.
Berikut perhitungan usaha penggemukan itik peking jantan per 100 dalam 40 hari ( 6 Minggu ) :

Biaya :
DOD 100 ekor x Rp.8000 = Rp. 800.000,-
Pakan 511 = Rp. 838.200,-
Pakan buatan sendiri/fermentasi = Rp. 574.000,-
Prebiotik SOC = Rp. 55.000,-
Vitamin dan antiboitik = Rp. 15.000,-
Biaya tak terduga = Rp. 50.000,-
Total pengeluaran = Rp.2.332.000,-

Pendapatan :
Asumsi itik yang mati dalam masa 6 minggu adalah 10 % ,
sehingga yang tersisa 90 ekor dengan asumsi berat rata-rata 2 kg. 
Harga per kg Rp.22.000,-.
Harga per ekor = 2 x Rp.22.000 = Rp 44.000,-
90 x Rp.44.000 = Rp. 3.960.000,-
Keuntungan :
Total pendapatan - Total biaya
Rp.3.960.000 – Rp.2.332.000 = Rp.1.628.000,-

Mungkin keuntungan diatas jauh dari bayangan kita, akan tetapi jangan berpaling dulu. Perhitungan diatas hanya untuk jumlah pemeliharaan 100 ekor, maka kami menyarankan untuk memulainya dengan 500 ekor, disamping menghemat waktu dan tenaga, juga untuk memudahkan penjualan ke lain daerah ( bali dan Jakarta), biasanya minimal pengiriman 500 ekor .

Analisa usaha penggemukan 500 itik peking dalam 6 minggu ( 42 hari ).
· Biaya
a. 500 DOD x Rp.8.000,- = Rp. 4.000.000,-
b. Pakan 511/BR 1 = Rp. 4.191.000,-
c. Pakan buatan sendiri = Rp. 2.870.000,
d. Prebiotik SOC = Rp. 275.000,
e. Vitamin dan antibiotik = Rp. 75.000,-
f. Biaya tak terduga = Rp. 250.000,-
Total pengeluaran = Rp. 11.661.000,-


· Pendapatan
Asumsi Itik yang mati 10% (50 ekor),
yang hidup 450 ekor, berat rata -rata 2 kg.
Harga per kg Rp. 22.000.
450 x 2 x Rp.22.000 = Rp. 19.000.000,-

Keuntungan
Rp.19.000.000.- - Rp.11.661.000 = Rp. 7.339.000,-

Sekedar pembanding jika Anda usaha dengan jumlah 100 ekor dan 500 ekor.
Perhitungan analisa usaha penggemukan 100 itik peking pedaging dalam 6
minggu ( 42 hari ).
· Biaya :
a. 100 DOD x Rp.8.000 = Rp. 800.000,-
b. Pakan 511/BR 1 = Rp. 838.200,-
c. Pakan buatan sendiri = Rp. 574.000,-
d. Prebiotik SOC = Rp. 55.000,-
e. Vitamin dan antibiotik = Rp. 15.000,-
f. Biaya takterduga = Rp. 50.000,-
Total pengeluaran = Rp. 2.332.000,-

· Pendapatan
Asumsi itik yang mati 10 %g
Yang hidup 90 ekor,
berat rata rata dihitung 2 kg/ekor.
Harga per kg Rp. 22.000,-
90 X 2 X Rp.22.000 = Rp.3.940.000,-

Keuntungan
Rp.3.960.000 - Rp.2.332.000,- = Rp.1.628.000,-


Panduan Pemeliharaan Itik Peking Pedaging

Pemeliharaan pada periode starter/anak itik/DOD merupakan tahap penting sebagai langkah awal dalam menghasilkan itik pedaging yang baik. Pemeliharaan pada tahap ini memiliki tujuan untuk menekan kematian pada fase awal kehidupan DOD dan meningkatkan bobot badan itik sesuai dengan yang diharapkan pada umur 6 minggu.

1. DOD.
Persyaratan dalam memilih DOD itik jantan umur 1 –7 hari sebagai itik pedaging antara lain :
Bobot minimal 40 gram.
Bulu bersih dan kering.
Nafsu makan besar
Umur DOD 4 hari
Tubuh tegap, mata jernih, kaki kokoh
Tidak cacat
Bebas dari penyakit unggas
Pada saat kedatangan DOD sampai di kandang, masukkan ke dalam box pemeliharaan dan diamkan selama 2 jam. Tapi sebelumnya panas buatan sebagai pengganti indukan harus dinyalakan Setelah itu berikan minum untuk per 100 DOD dengan 1 liter air dengan 1 0ns gula merah dan 10 ml gram /1 tutup botol SOC dan 1 kapsul curcuma/temulawak ( dari HCS ) dan 1 kapsul herbal noni (dari HCS ). Mengapa kok menunggu 2 jam ? Untuk menetralkan kondisi tubuh dan mengenal suasana.

Pemberian minum tersebut berfungsi sebagai Prebiotik, anti stres dan mengganti cairan tubuh yang hilang sehingga kehilangan berat badan dapat dicegah dan memulihkan kesehatan yang normal kembali . DOD yang terlambat penanganannya ketika datang dapat terlihat dari ketidakseragamnya pertumbuhan.

2. Perkandangan.
- Kandang stater (0 – 20 hari ).
Ukuran kandang stater 2 m x 1 m x 40 cm dengan ketinggihan dari tanah 50 cm. Dan diberi lampu pemanas 40 watt per kandang 2 dengan ketinggihan 45 cm dari alas kandang. Fungsi pemanas sebagai induk buatan untuk menjaga suhu tubuh itik, karena pada masa ini bulu itik belum tumbuh dan sistem thermoregulatornya belum berfungsi.
Suhu kandang +- 370 C dan kelembaban kandang antara 60 – 65 %.

- Kandang finisher ( 21 – 50 hari ).
Kandang finisher disiapkan untuk itik potong mulai berumur 21 hari sampai siap panen. Kandang disekat
Beberapa bagian,biasanya ukuran 4 x 4m dapat menampung 100 itik.
Lantai kandang tiap hari harus dibersihkan untuk membuang kotoran itik biar tidak ditumbuhi jamur/bakteri yang merugikan.
Tempat pakan dan minum harus dijaga kebersihannya.

Kandang harus selalu dijaga kebersihannya agar itik merasa nyaman, termasuk tempat pakan dan minum, sisa pakan dibuang dari dalam kandang agar itik tidak memakan pakan yang basi.
Selain itu kandang harus selalu dijaga agar tenang dan aman supaya itik tidak stres.

3. Pakan
> Cara pemberian pakan pada umur 1 – 7 hari dilakukan sesering mungkin sedikit demi sedikit ( 1 hari bisa 5 kali). Hal ini untuk merangsang itik agar mau makan terus menerus. Kondisi ini juga dimaksudkan sekaligus untuk memperhatikan itik kondisinya dapat terus dipantau. Apabila ada itik yang kurang sehat atau kalah bersaing, segera dapat dipindahkan ke petak tersendiri ( karantina ).

> Pakan harus dari pabrik yang sesuai dengan standart yaitu 511/BR 1 atau yang setara.
Pakan consentrat 511 diberikan pada umur itik 1 – 14 hari.
Pada usia 15 – panen kita beri pakan campuran.
Formula pakan 40 % concertrat, dan 60 % buatan sendiri dengan difermentasi menggunakan probitik SOC HSC.
Pemberian pakan dalam 1 hari adalah 3 kali, yaitu jam 7, 12, 4.
Tempat pakan harus dicuci hingga bersih dan dikeringkan sebelum digunakan kembali

> Minum.
Selama itik makan buatan pabrik, untuk minum harus di beri 2,5 ml SOC dicampur 5 liter air.

Cara membuat campurannya :
a. 2.5 ml SOC dicampur 5 liter air.
b. 2 sendok makan gula pasir/gula merah dilarutkan dalam 1 gelas air.
c. a dan b dicampur dan dibiarkan minimal 15 menit baru diberikan pada itik.
d. Pada saat malam hari tempat minum harus dikosongkan.
Demikian postingan dari kami tentang Analilis Usaha Ternak Itik/Bebek Peking Panen 45 Hari semogga bermanfaat.